Pemesanan Produk Oriflame :
Hubungi saya, NIKEN via SMS/Whatsapp Msg di 085643172023, Telp : 08885210403

Cara Order : SMS kan nama atau kode barang dan jumlah beserta alamat pengiriman. Jumlah total pembayaran termasuk ongkir akan diinformasikan.

Barang yang dipesan akan dikirim sesuai alamat yang anda berikan setelah melakukan transfer melalui rek BCA.

Harga berubah sesuai Katalog terbaru.

#KELUHAN TENTANG PEMAKAIAN PRODUK YANG DIBELI SELAINDAI BLOG, SILAHKAN DITUJUKAN KE COSTUMER CARE ORIFLAME CABANG TERDEKAT

Saturday, 25 July 2009

Mendapatkan kebebasan finansial dan waktu

Banyak sudah iklan MLM atau bisnis apapun yang menyatakan dapat membebaskan anda dari masalah finansial dan keterbatasan waktu yang anda miliki untuk keluarga dan orang - orang tercinta. Tapi benarkah memang ada ? Kalau menurut saya sih, tidak benar - benar ada, karena untuk mendapatkan uang anda harus tetap bekerja dan menyediakan waktu untuk itu. Yang lebih tepat menurut saya adalah mendapatkan finansial namun tetap punya banyak waktu untuk bersantai atau menjalankan hobi. Lalu adakah bisnis atau aktifitas yang menghasilkan uang tanpa anda harus melakukan 'kerja paksa' sepanjang waktu ? Anda bisa menemukan jawabannya di www.formulabisnis.com dan temukan "Kebebasan Finansial dan Waktu" yang anda idam2xkan.

Wednesday, 3 December 2008

Melawan Dunia

song by PETERPAN

Kita adalah hati yang tertindas

Kitalah langkah yang berhenti berjalan

Kitalah mimpi yang tak terwujudkan

Senandungkan nada – nada yang hilang

Kita memahami yang sesungguhnya tanpa harus menjelaskan semua

Tanpa pedulikan kata mereka

Kita berjalan melawan dunia

Hanya bisa bicara, mereka tak beri jawaban

Tak perlu dengar kata mereka, teruslah berjalan

kadang - kadang komentar orang disekitar kita bikin kita malah down dan lalai berkarya, jadi dengarkan saja lagu ini, saya jadi semangat lagi

Cinta tak mengenal expired date

Dulunya saya menganggap bahwa tidak pernah ada cinta yang abadi, orang boleh bilang saya pesimistis, barangkali karena saya terlalu banyak nonton acara infotaintment yang isinya berita cerai artis selebritis. Jadi cinta itu semacam makanan kaleng yang mengenal expired date, kalau sudah kadaluarsa dengan berat hati mesti didepak, cari lagi yang lebih fresh ( daripada sakit perut, hehehe ). Seringkali alasan yang klise sih sudah ndak cocok lagi ( tapi dulu kok cocok ya ).
  
Tapi setelah saya pikir – pikir lagi, sebenarnya yang expired itu bukan cinta, tapi pasangan kita sendiri atau bahkan kita sendiri. Seringkali pasangan kita atau bahkan diri kita sendiri berubah menjadi sosok yang nyebelin, membosankan, dan ngeselin ( termasuk manja, pemalas, cerewet, posesif, botak, gembrot, jerawatan dsb ), itu yang membuat kita berhenti mencintai pasangan kita dan memilih untuk berpisah. Mestinya sebelum ambil keputusan berpisah setiap orang harusnya berpikir bahwa kita pun bisa berubah menjadi orang yang nyebelin, membosankan, dan ngeselin bagi pasangan kita.
 
Seorang penulis, Mignon McLaughlin berkata , “sebuah pernikahan yang berhasil membutuhkan perasaan jatuh cinta berulang – ulang pada orang yang sama yaitu pasangan kita”. Mungkin mudah buat kita untuk jatuh cinta dengan orang lain apalagi bila dia jauh lebih baik daripada suami atau istri kita yang tiap hari, tiap saat kita jumpai masih tetap dengan wajah, dandanan dan sifat yang telah lama kita kenal ( yang tetep itu – itu saja ). Bisa jadi kita pernah bosan dan ingin bersama dengan orang yang benar – benar beda dengan pasangan kita. Bisa jadi just for fun cuma sesaat atau bila perlu diteruskan ( atau keterusan ). Kayaknya diperlukan usaha yang keras sekaligus tekad ( baca : niat ) yang kuat supaya bisa jatuh cinta tiap hari dengan orang yang sama ( baca : cerewet, posesif, botak, gembrot, jerawatan,manja dan pemales hehehe ).
  
Ada yang menarik ketika saya membaca satu cerpen yang ditulis Dee berjudul PELUK dalam bukunya RECTO VERSO, saya mendapatkan sebuah kisah perpisahan yang ( dibikin ) indah, ada kalimat – kalimat ; Aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukannya ketakutannya akan sepi.( Peluk, halaman 56 ) . Ternyata sebagian orang memilih untuk berpasangan karena enggan sendiri, bahwa kesepian dan kesendirian itu bisa menjadi begitu menyiksa ( termasuk demi memperoleh kenyamanan finansial darinya ). Tapi pernahkah anda bertanya pada diri sendiri bahwa anda memilihnya karena dia adalah bagian dari diri anda ? . Untuk apa dia mesti menjadi bagian dari diri anda kini kalau di kemudian hari dia tak lagi sama ? 
Ketika cermin itu terbelah, apakah akhirnya anda akan memilih untuk mencari cermin lain yang utuh ?
Setiap orang bisa berubah, ketika kita tak lagi sejalan,seirama, mampukah kita untuk tetap bersama ? apakah anda akan mencari pasangan lain untuk menggantikannya ? Kalau dia sama dengan saya lalu untuk apa saya mencari pasangan ? 

Simak pula paragraph berikut ;
Hati adalah air, aku lantas menyimpulkan. Baru mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali – kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar dan hatiku berhenti mengalir. Siapa yang mengatur itu ? aku pun tahu. Barangkali kita berdua, tanpa kita sadari. Barangkali hidup itu sendiri, sehingga sia – sia menyalahkan siapa – siapa.
Aku ingin mengalir. Hatiku belum mau mati. Aliran ini harus kembali memecah dua agar kita sama – sama bergerak. Sebelum kita terlalu jengah dan akhirnya pisah dalam amarah
( Peluk,halaman 56 – 57 )
Mungkin dengan membaca cerita Dee di atas, kita bisa paham alasan mengapa Dee memutuskan untuk bercerai dari Marcel dan menikah dengan Reza Gunawan ( sorry, sekarang saya jadi agak rajin nonton infotainment hehehe )
.
Seringkali dalam perjumpaan dan perpisahan orang sama – sama menunjuk Tuhan, bahwa karena takdir-Nya lah kita bertemu dan berpisah. Dalam sebagian kasus memang benar. Namun tak adil rasanya ketika kita menjadikan takdir Tuhan sebagai alasan kita menentukan perpisahan, sebab kita punya kemampuan untuk memilih. Memilih untuk tetap bersama dengan segala perbedaan dan menyelesaikan masalah yang ada atau memilih untuk jalan sendiri – sendiri.
Adakalanya kita berhenti mencintai pasangan kita seperti air yang berhenti mengalir, lalu membeku serupa stalagmit dan stalagtit, kita butuh untuk tetap mengalir agar kita tetap hidup dengan mencintai orang lain. Sebagian orang menganggap bertahan dalam kepalsuan ketika kita tetap mempertahankan sebuah hubungan yang hambar. Barangkali suatu saat nanti saya akan memilih jalan yang sama,  namun semoga saja tidak, karena saya tak yakin, ketika menjalani kehidupan bersama orang lain saya tak akan mendapati masalah yang sama. Apakah saya akan meninggalkan begitu banyak luka diatas kebahagiaan saya terbebas darinya ?
 
Bukan cinta atau hubungan yang expired, namun pribadi yang tak lagi sama seperti awal kita memutuskan untuk melangkah bersama.  


Thursday, 27 November 2008

First Love ( will be ) never die

Saya tak pernah bisa memiliki dirinya yang menjadi cinta pertama saya. Namun bila saya memaksakan diri mendapatkan seorang pengganti yang sama persis dengan dirinya, saya yakin saya tak akan pernah bahagia dengannya, karena saya tidak mencintainya dengan sesungguhnya, itu karena saya mencintai masa lalu saya dan cinta pertama saya. Maka kini yang saya lakukan adalah menjaga semua kenangan manis pahit tentang cinta pertama saya, tentang seseorang dan cinta yang tak akan pernah saya miliki selamanya.
Seorang sahabat lama masih kerap mengunjungi saya via email. Dilihat dari foto terakhirnya penampilannya tak jauh berbeda dengan jaman kuliah dulu, tetap kasual masih tetap semanis dulu meski kini kelihatan lebih matang. Masih single meski saya tahu dia sukses berat dengan pekerjaan dan kehidupan sosialnya, namun tidak dengan kehidupan pribadi dan cintanya. Sayalah satu-satunya sahabat yang mengetahui apa yang terjadi dengannya, seorang perempuan yang sangat terobsesi dengan laki – laki pertama yang dia cintai, berbeda dengan saya yang sudah lupa pria mana yang pertama kali saya cintai atau kapan tepatnya pertama kali saya jatuh cinta. Terlalu banyak yang datang dan pergi dalam kehidupan saya, banyak kehilangan sekaligus menemukan ( yang ini lebih puitis daripada umgkapan 'mati satu tumbuh seribu' hehehe ).
Dengan kemampuan bicara multi lingual, Jepang, Inggris dan tentu saja bahasa Indonesia, dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang sangat bagus, seorang pengajar di sebuah Universitas di negeri seberang, sekaligus pekerjaan sampingan menjadi penerjemah sesekali, mestinya dia telah menemukan banyak pria yang baik dan berprospek cerah, namun dia tetap memilih hidup melajang.
“Let me die in virgin”, katanya ( wah mubazir amat )
Saya masih ingat percakapan bertahun – tahun yang lalu, ketika kami masih kuliah, tinggal bersama di kamar kos yang sempit, malam minggu berstatus jomblo-er sambil menikmati kopi rasa mocha bikinan sendiri yang seringkali agak pahit karena kebanyakan kopi, ngobrol tentang banyak hal termasuk tentang cinta pertama kami. Suatu ketika dia bertanya pada saya siapa dan kapan first love saya.
Saya nyengir dan balik bertanya,” apa sih cinta pertama itu karena terus terang saya ndak jelas,ndak ingat kapan tepatnya.” Waktu masih SD dulu saya memang sempat naksir temen cowok yang ganteng dan hobi sekali menulis puisi, tapi itu kan cinta monyet, apa itu bisa disebut cinta pertama ? Lalu saat SMA saya pernah naksir seorang pria yang beda usia 8 tahun dari saya, namun kandas alias tidak jadian karena si cowok melarikan diri setelah saya nekat menyatakan perasaan saya padanya, mungkin dipikirnya saya alien. Lalu saat awal masuk kuliah saya jatuh cinta berat dengan ketua senat fakultas yang manis dan Jogja banget hehehe…. Lha wong dia asal Sleman, namun ndak juga jadian karena ternyata dia sudah bertunangan dan Cuma menganggap saya mahasiswa baru yang layak diplonco hahaha…..
“Jadi yang mana dong cinta pertama saya?”.
Semuanya berarti buat saya meski tak pernah bisa saya miliki diri mereka secara fisik, namun karena merekalah saya banyak belajar tentang mencintai tanpa harus memiliki. Sahabat saya tadi tak menjawab pertanyaan saya, malah bercerita tentang laki – laki pertama sekaligus satu – satunya pria yang ada di hatinya hingga kini yang sayangnya tak pernah bisa sahabat saya miliki. Laki – laki itu adalah teman semasa kecilnya, yang sangat ia cintai hingga dewasa, hanya sayangnya karena mereka bersahabat sedari kecil, si cowok tidak ngeh kalo ditaksir berat oleh sahabat saya, si laki – laki hanya menganggap perhatian dan kasih sayang sahabat tadi sebagai sebuah persahabatan abadi, hingga akhirnya mereka beranjak dewasa dan akhirnya si cowok menemukan pasangan sementara sahabat saya masih sendiri dan tentu saja patah hati.
Cinta pertama yang tak akan pernah mati, begitu kisahnya, hingga setiap pria yang datang mendekatinya selalu dia tolak dengan halus, dia tak akan pernah bisa mencintai orang lain lagi katanya.
Malam ini saya telah menghabiskan dua mug kopi rasa mocha instan ( bukan bikinan sendiri, karena memang beneran rasa mocha ) sambil membaca kembali email dari sahabat. Cintanya rupanya tak pernah mengenal kata expired,masih juga cerita tentang laki – laki yang sama yang tak pernah ia miliki, padahal di sana, di negara tempatnya tinggal, berjubel laki – laki dari berbagai bangsa yang bersedia menemaninya hingga akhir hayat.
Kali ini dia bercerita, pernah suatu ketika dia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan cowok pertamanya dan kebetulan mereka saling mencintai, namun sahabat saya akhirnya memutuskan berpisah dengan laki – laki itu.
“Aku tak benar-benar mencintainya, aku hanya mencintai masa laluku yang kebetulan ada padanya, oh, seandainya aku tak ( pernah ) jatuh cinta pertama kali, barangkali aku sudah menemukan pendamping hidup yang bisa kucintai apa adanya, tak perlu ia mirip dengan siapapun”.
Tak adil bila saya memintanya untuk melupakan kekasih pertamanya, namun saya juga tak setuju bila hidupnya terbelenggu masa lalu.
“Enak ya jadi kamu,” tulisnya suatu hari tentang saya. Karena saya tak pernah ambil pusing dengan cowok pertama yang saya cintai padahal saya pernah sakit berat gara – gara putus cinta, tapi toh akhirnya saya memutuskan untuk memilih menikah dengan laki – laki yang melamar saya, meski dia tak sama dengan laki – laki pertama yang saya cintai.
“Life must go on, pren”, kataku
Saya tahu hidupnya memang telah berjalan sejak dulu, tapi sahabat saya bagai jalan di tempat dengan kenangannya.
First Love jadinya never die buat dia, tapi bagi saya cinta pertama adalah sebuah pembelajaran dimana saya untuk pertama kali jatuh hati dan disakiti namun masih tetap berbahagia karena pengalaman menyakitkan itu membuat saya mengerti, mencintai tak perlu menjadi belenggu untuk menjadi seorang yang lebih baik bagi orang lain.

Keinginan dan kebutuhan

Ketika keinginan – keinginan kita tidak juga terpenuhi dan do`a – do`a yang selalu kita panjatkan tidak kunjung dikabulkan Tuhan, apa pernah kita berpikir bahwa itu semua Dia lakukan demi kebaikan kita ?
Kita selalu merasa yakin bahwa kita mengetahui apa yang kita butuhkan. Tapi kebutuhan seringkali keliru dengan keinginan dan hal – hal yang kita inginkan tapi tidak kita butuhkan.
Tentu saja jika kita melihat apa yang disimpan oleh masa depan untuk kita, kita tidak akan pernah salah dalam mengajukan sebuah keinginan.
Tapi masa depan adalah hal yang tersembunyi dari pandangan kita, benang takdir seseorang terbentang jauh melebihi dunia kasat mata, kita tidak dapat melihat kemana ia akan berujung.
Siapakah yang dapat mengetahui bahwa kenikmatan pada hari ini dapat membawa kesengsaraan di keesokan hari atau kesengsaraan pada hari ini akan membuahkan kenikmatan di hari esok ?
( unknown )

Wednesday, 28 May 2008

Let’s go green ( with sanseviera )

Tahukah anda salah satu cara mengurangi dampak global warming ? Yap, selain mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan mengurangi volume sampah plastik ( dan barang – barang yang susah terurai ), anda bisa melakukan salah satu cara sederhana, menanam pohon. Karena pohon yang ditanam di sekitar lingkungan anda bisa menyerap gas beracun karbondioksida.
Bila anda tak punya cukup lahan untuk bertanam, maka tanaman yang mungil dan tidak banyak makan tempat serta tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit adalah pilihan yang terbaik.
Pada tahun 2001, sebuah penelitian pernah dilakukan oleh Dr. Ir. Nizar Nasrullah MAgr dari Departemen Arsitektur Lanskap Faperta IPB bahwa pohon berdaun jarum mampu menyerap gas beracun , meliputi debu dan timbal tertinggi.Contohnya cemara kipas dan pinus.Cemara Kipas mampu menyerap debu sebanyak 165,6 ug/g dan 3,27 mg/g timbal, sedangkan pinus mampu menyedot debu sebanyak 151,9 ug/g dan timbal 3,25 mg/g.
Tanaman berdaun besar, kasar dan berbulu memiliki daya serap lebih kecil bila dibandingkan dengan jenis tanaman berdaun jarum seperti mahoni dan meranti merah.
Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh NASA tentang tanaman indoor penyerap polutan, muncul beberapa jenis tanaman yang mampu menyerap racun di udara dalam ruangan. Aglaonema modestum efektif menyerap benzena dan toluen. Anggrek dendrobium juga tak kalah ampuh menyerap senyawa beracun seperti aseton, amonia, khloroform, etil asetat, metil alkohol, formadehid dan xylene. Euphorbia pulcherrima baik untuk menyerap jenis racun formadehid, sedangkan sanseviera trifasciata laurentii efektif menyerap benzena, formadehid dan trichloroethylen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim dalam daun menguraikan senyawa beracun yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman. ( sumber majalah Fiona edisi Mei 2008 ).
Dari varian sanseviera yang ada, pilihan saya jatuh jenis sanseviera dengan gaya bonsai karena unik dan menarik bila dipajang di atas meja atau di dekat komputer kantor. Hampir semua spesies sanseviera ditemukan berasal dari negara Afrika Timur, Arab, India Timur, Asia Selatan dan Pakistan. Habitat asli tanaman ini secara geografis termasuk daerah tropis kering yang memiliki iklim yang panas atau di daerah pegunungan dengan curah hujan yang rendah ( Harian Suara Merdeka –On Line )
Media tanamnya bisa basah berupa tanah, atau kering dengan menggunakan arang, akar pakis dan batu apung sebagai pengganti tanah ( sering disebut sebagai terarium ).
Sanseviera juga dipercaya mengandung antioksidan yang mampu menyerap udara kotor dengan baik bahkan lebih baik daripada tanaman biasa sehingga tanaman ini disebut sebagai tanaman antipolutan, Sanseviera merupakan tanaman yang bisa menyerap dan mengolah polutan menjadi asam organik dan beberapa asam amino. Sangat baik bila diletakkan dalam ruangan rumah dan kantor karena mampu menyerap asap rokok dan meredam bau ( Agus Dwi kartiko, Majalah Fiona edisi Mei 2008 ).
Anda bisa memilih menanam sanseviera berdaun panjang yang lazim disebut tanaman pedang – pedangan baik di dalam maupun di luar rumah. Untuk menjadi penghias ruangan atau meja kerja, mungkin jenis bonsai lebih tepat karena selain tidak terlalu memakan tempat juga karena unsur keindahannya. Ruangan di sekitar anda pun menjadi sehat karena zat – zat beracun yang dilepaskan mampu diserap dengan baik oleh tanaman sanseviera dan menjadi indah dengan bentuknya yang unik.
Berminat memilikinya ? Bisa menghubungi saya di psw 08123121713 atau via email di
nawangtri77@gmail.com. Harga sanseviera dengan gaya bonsai seperti yang ada dalam gambar saya jual mulai seharga 10 ribu rupiah tergantung besar kecil tanaman.

Saturday, 3 May 2008

Fishing For Fun










She's the best fish catcher ever, my friend Atsuko from Japan.
Satu lagi obat stres, mancing ikan. Setahu saya sih, yang namanya kegiatan mancing tuh setelah masang umpan lalu duduk diem tak bergerak seperti pertapa menunggu wangsit. Buat beberapa orang, mancing bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan menghilangkan stres, tapi untuk orang seperti saya yang tidak bisa duduk diem, bisa jadi tambah stres. Lebih stres lagi ketika suatu saat saya mencoba mancing ternyata si ikan cuma mencaplok umpan saya lalu berhasil melarikan diri lepas dari kail.
Salah seorang kenalan saya asal Jepang hobinya mancing, uniknya, tiap kali dia mendapat ikan, ikan tersebut dia lepaskan lagi. Saya kasihan saja sama si ikan, udah bibirnya luka kena kail eh dilepas lagi. Karena hobi, hampir tiap weekend dia meng-eksplore semua sungai di seputar Tochigi Prefektur yang nyaris bebas polusi dan beberapa memang sengaja digunakan untuk memelihara ikan, memenuhi hobi sebagian orang Jepang memancing. Kalau lagi libur panjang, dia pulang ke kampung halamannya di dekat Kyoto dan mancing di danau Biwa. Beberapa kali dia mengirimkan foto ikan hasil tangkapannya kepada saya. Bahkan saat musim dingin sekalipun dia masih bela – belain mencari sungai yang airnya tidak membeku dan pergi mancing di udara yang dingin sekira 4 derajat celcius bahkan di bawah nol.


Ada yang suka ? Jangan lupa, saat mancing harap tidak sambil melamun agar tidak kesambit atau kesurupan lelembut penjaga sungai. Lebih asyik lagi sambil bawa ipod dan bernyanyi, lumayan si ikan akan merasa terhibur dan menyambut umpan anda. Buat yang bersuara fals dan sumbang, harap saran ini jangan diikuti dan bila sakit berlanjut segera hubungi dokter terdekat.....^^,