Pemesanan Produk Oriflame :
Hubungi saya, NIKEN via SMS/Whatsapp Msg di 085643172023, Telp : 08885210403

Cara Order : SMS kan nama atau kode barang dan jumlah beserta alamat pengiriman. Jumlah total pembayaran termasuk ongkir akan diinformasikan.

Barang yang dipesan akan dikirim sesuai alamat yang anda berikan setelah melakukan transfer melalui rek BCA.

Harga berubah sesuai Katalog terbaru.

#KELUHAN TENTANG PEMAKAIAN PRODUK YANG DIBELI SELAINDAI BLOG, SILAHKAN DITUJUKAN KE COSTUMER CARE ORIFLAME CABANG TERDEKAT
Showing posts with label Puisi-ku. Show all posts
Showing posts with label Puisi-ku. Show all posts

Sunday, 29 January 2012

Puisiku tentang hujan

aku mendengar suara hujan..
gemuruh...
entah apa yang ingin ia katakan
aku melihatnya gelisah
melompat-lompat diatas genangan air
mengalir tak sabar menerjang sampah di dalam selokan
aku menemukannya pasrah
ketika sebuah mobil memuncratkan airnya
mengotori tembok pagar

4 Desember 1998

Lama tak kuceritakan mimpi-mimpiku pada hujan
kupandangi dia dari balik jendela
yang basah oleh titik-titik airnya
tak kuceritakan tentang kerang-kerang
yang melumut melapuk menggurat waktu
aku hanya menatap titik-titik air
melompat-lompat di atas genangan air

20 November 1998

(gambar diambil dari http://weirdosinneighborhood.blogspot.com/2012/01/filosofi-hujan.html)


Aku mulai merindukan
kemilaumu di pucuk-pucuk daun
setelah kumaki hujanmu lewat kata tak bersantun
harusnya kusadari kaupun terluka
hingga tak datang hari ini
matahari mentertawakan rinduku setelah kulukai hatimu

6 November 1998

Kala aku berlari dalam hujan
hujan berkata padaku
"jangan berlari dariku, akulah yang kau butuhkan
disaat dirimu telah kehilangan segalanya.
kuberikan engkau kesejukan meski engkau mengeluh basah dan kedinginan
mungkin dirimu akan terluka dan sakit oleh tetesan airku yang bagai jarum
tapi setelah aku berlalu akan kau temui dirimu yang suci bersih
dari segala debu
yang selama ini menutupi hatimu
aku datang kepadamu dengan cinta
yang selama ini tak pernah engkau dapatkan"

4 november 1998

Aku mencoba bercakap dengan hujan
yang membasuh debu di dedaunan
membasahi tanah dan bebatuan
dan kutanyakan padanya
adakah pula kau curahkan cinta dari langit untuk semesta?
dan serta merta hujan menjawabnya
dengan luapan air yang menjebol tanggul dan kilat serta guntur yang menggelegar

30 Oktober 1998

Saturday, 12 January 2008

DJOGJAKARTA SATU EPISODE

terhanyut aku akan nostalgia
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama suasana Jogja.... ( KLA, Jogjakarta )
Hi All readers, nambah label baru nih buat menampung semua puisi - puisi saya yang sebelumnya tak pernah terpublikasikan, semoga cukup menghibur.....

Mendung bergelayut
Bergulung hitam menabur jelaga pada awan
Gerimis
Akhirnya lelah penat
Terpuruk aku di sini
Rindu
Membawaku kembali
Kenangan itu masih terbingkai
Menyisa perih
Yogya, 17 Oktober 1998

Semula cuma kudapati karang, pasir dan ombak
Lihat!
Ada ikan – ikan kecil, rumput laut dan kerang
Lalu....kutemukan dirimu
Pantai Krakal Yogya, 18 Oktober 1998

Lama tak kuceritakan mimpi – mimpiku pada hujan
Kupandangi dia dari balik jendela
Yang basah oleh titik – titik airnya
Tak kuceritakan tentang kerang – kerang yang mulai melumut
Melapuk menggurat waktu
Aku hanya menatap titik – titik air melompat – lompat
Diatas genangan air
20 November 1998

Ada saatnya rumput – rumput hijau itu
Kering meranggas
Dan dirinya merunduk lelah tanpa asa
Kala akar – akarnya tak mampu menjangkau
Air berada
Rumput – rumput cuma bisa rindu
8 Desember 1998

Ada lentera kecil
Mencoba menguak jelaga malam
Sinar redupnya menari – nari
Diterpa angin
Lalu padam
24 Desember 1998

Ada satu rindu pada terlalu banyak kenangan
Malioboro yang riuh
Pada alun – alun Yogya malam selepas rinai
Pada sapa ramah kawan
Pada laut, pasir, kerang, karang-karang terjal
Pada ombak pantai selatan
Misteri yang tersimpan
Kuselipkan sedikit rindu
Untuk senyum manis milikmu
28 Desember 1998

Ini adalah kuntum flamboyan yang terakhir
Pucat lesi tiada berseri
Aku takut bila ini suatu pertanda
Hujan tak lagi menyanyikan lagu riangnya
Aku cemas pada kecemasanku
28 Desember 1998

Ukiran pada batu – batu
Cinta terpahat teguh
Menjulang tinggi
Stupa candi
Di altarmu kesetiaanku jadi persembahan.
18 Januari 1999

Siapakah yang lebih dicintai matahari ?
Pada bulan diberikan sinar perak purnama
Bumi menerima anugrah keemasan pagi
Senja ?
Bulan murka lalu mencipta bayang – bayang sekujur cakrawala.
27 Januari 1999