Pemesanan Produk Oriflame :
Hubungi saya, NIKEN via SMS/Whatsapp Msg di 085643172023, Telp : 08885210403

Cara Order : SMS kan nama atau kode barang dan jumlah beserta alamat pengiriman. Jumlah total pembayaran termasuk ongkir akan diinformasikan.

Barang yang dipesan akan dikirim sesuai alamat yang anda berikan setelah melakukan transfer melalui rek BCA.

Harga berubah sesuai Katalog terbaru.

#KELUHAN TENTANG PEMAKAIAN PRODUK YANG DIBELI SELAINDAI BLOG, SILAHKAN DITUJUKAN KE COSTUMER CARE ORIFLAME CABANG TERDEKAT

Thursday, 3 January 2008

Tea World



Saya penggemar berat kopi dan teh. Apapun jenis tehnya, saya menyukainya. Ada black tea, jasmine tea, green tea dan sebagainya. Adapula Rosella tea yang terbuat dari kelopak bunga rosella yang dikeringkan, rasanya asam segar, yang memilki khasiat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Saya punya pengalaman lucu karena menemukan teh dengan sensasi rasa mengejutkan. Tehnya dicampur soda. Saya sampai terkaget – kaget dengan rasanya. Salah seorang teman saya menyukainya hanya karena tehnya berwarna mirip wisky, jadi kadang – kadang dia mengkhayal kalau sedang minum teh bersoda tersebut dia seakan – akan minum wisky, ada – ada saja. Saya kurang menyukainya karena memang saya tidak terlalu suka minum minuman bersoda.


Waktu saya berkunjung ke Jepang, saya menemukan banyak ragam teh dan banyak cara mereka dalam menikmatinya. Teh tersebut dikemas dalam botol siap minum dan bisa dibeli di vending machine ( jidoohanbaiki ) baik panas maupun dingin atau di supermarket terdekat. Ada green tea yang murni tanpa dicampur apa – apa termasuk gula, ada pula green tea yang dicampur aroma buah dan melati, ada teh oolong ( urong cha ) yang saking senengnya saya, hampir tiap hari pas makan di Jepang saya selalu minum teh ini ( customer saya yang di Jepang sampai hapal dengan kesukaan saya dan langsung memesankan teh ini bila sedang makan bareng dengan saya ), ada teh yang lebih nikmat kalau ditambah susu dan perasan air lemon dan sebagainya. Sebenarnya teh oolong mirip dengan teh hitam yang sering kita minum di Indonesia, tapi rasanya lebih enak, ndak pahit, tawar tapi enak. Diminum dingin atau panas sama enaknya.

Saking sukanya saya dengan teh, saya kadang - kadang nitip pada teman – teman yang sering pergi keluar negeri untuk membelikan teh khas negara yang mereka kunjungi.
Kalau teh hijau Jepang, saya sering dibawakan customer saya dari Jepang yang berkunjung ke Indonesia, mereka sangat menghargai teh bahkan menjadikannya suvenir khas Jepang dengan mengemasnya sangat elegan dan indah. Saya malah menjadikan kaleng tempat teh tersebut sebagai wadah menyimpan perhiasan karena saking bagusnya.

Ada pula Earl Grey Green Tea, teh asal Inggris yang dibawakan salah seorang teman, waktu saya tuangi air panas, aroma lemon yang segar segera tercium padahal rasa tehnya tawar seperti teh hijau pada umumnya.. Saya sempat pula dibawakan berbagai macam teh dari hotel tempat dia tinggal yang dikemas dalam bungkus satuan. Ada teh yang dicampur lemon dan jahe, ada pula teh yang dicampur rashberry dan peppermint dan lain – lain. Tapi kalau saya perhatikan sebenarnya apa yang orang Inggris sebut teh ternyata bukan daun teh beneran Waktu teh dengan rasa lemon dan jahe saya buka, ternyata di dalamnya tidak ada daun teh, melainkan potongan –potongan jahe dan lemon yang dikeringkan. Rasanya sama nikmatnya dengan wedang jahe namun juga beraroma lemon segar.
Ingredients ( keterangan bahan ) yang ada dalam bungkus teh masih saya simpan, supaya saat saya kepengen lagi minum teh ini saya bisa membuat sendiri tanpa harus jauh – jauh pergi ke Inggris hehehe.
Beberapa teh yang saya punya, menurut keterangan di kemasannya, biasanya dinikmati dengan susu. Tapi saya lebih suka menikmatinya begitu saja tanpa campuran apa – apa termasuk gula ( menurut saya gula justru merusak aroma dan rasa tehnya ).


Ada cerita lagi tentang cara menikmati teh di Jepang. Di sana, ada seni menikmati teh yang disebut cha no yu. Kalau anda pernah melihat film Karate Kid II, pasti anda paham apa yang disebut cha no yu atau upacara minum teh. Tehnya berwarna hijau kental dan agak berbusa kalau diaduk. Kebetulan saat masih mahasiswa dulu saya berkesempatan mengikuti ritual upacara minum teh ini bersama seorang perempuan warga Jepang yang tinggal di Surabaya dan beberapa mahasiswi Universitas Dr. Soetomo Jurusan Sastra Jepang. Waktu itu upacaranya digelar outdoor di Gedung Cak Durasim Surabaya dalam rangka Pameran Budaya Jepang ( Bunkasai ). Karena masih pagi dan tidak banyak yang mengikuti maka saya bisa merasakan suasana sakral dari upacara minum teh ini. Bayangkan saja, di pagi yang hening dan hanya terdengar suara kicau burung, mencium bau teh hijau dan denting porselen peralatan minum teh Jepang yang cantik. Kabarnya untuk bisa melakukan upacara ini seseorang harus menjalani pelatihan khusus, makanya saya sangat terkesan ketika seorang mahasiswi yang mengenakan yuukata ( kimono katun khas Jepang ), mampu memperagakan cha no yu tersebut. Gerakan yang dilakukan ketika menjumput daun teh, mengambil air dan menuangnya ke dalam ketel dan mangkuk minum, semuanya telah diatur, tidak berlebihan namun sangat anggun. Waktu kita disodori mangkuk tehnya, kita melakukan gerakan memutar mangkuk minum tersebut sebelum meminumnya. Keseluruhan upacara ini menghabiskan waktu sekitar 15 menit, rasanya saya seperti bermeditasi, namun seorang teman yang duduk bersimpuh di sebelah saya malah terkantuk – kantuk dan sempat menitip pesan agar membangunkan dia begitu tehnya siap, dasar !

Menurut sejarahnya, kebiasaan minum teh Jepang ini pertama kali dibawa oleh pendeta dari Cina ke Jepang pada sekitar abad ke delapan. Sehingga, kebiasaan minum teh ini pada awalnya sangat populer di kalangan para pendeta saat itu. Baru pada abad ke 12, seorang pendeta bernama Eizai mendemonstrasikan upacara minum teh ini kepada Minamoto Sanetomo sehingga menyebar ke kalangan samurai. Kemudian pada abad ke 14, kebiasaan minum teh ini mulai populer di kalangan rakyat biasa.

Upacara minum teh, selain disebut sebagai cha no yu sering pula disebut sebagai cha do, dan dianggap mewakili ajaran Budha dan Zen.
Cha do tidak hanya sekedar upacara minum teh biasa, namun di dalamnya terdapat nilai filosofi yang tinggi terhadap kesetaraan , harmoni dan kemurnian.
Mengandung nilai kesetaraan karena pada saat anda mengikuti ritual minum teh ini, tidak peduli jenderal, pejabat tinggi atau orang biasa akan memulainya dengan saling membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan. Di dalam ritual minum teh ini tidak ada lagi batasan kasta atau kelas seseorang dengan orang lain. Sedangkan nilai harmony ditunjukkan dengan aspek – aspek yang mengiringi upacara minum teh tersebut seperti hubungan antara orang – orang yang melaksanakan ritual tersebut, rangkaian bunga ( ikebana ), mangkuk teh beserta peralatan lain dan sebagainya.
Kemurnian jiwa sangat penting dalam cha do, karena hanya dengan kemurnian hati dan jiwa kedamaian pikiran bisa diperoleh. Sederhananya, coba saja anda menikmati secangkir teh anda dengan jiwa dan hati yang tenang dan bandingkan ketika anda menikmatinya ketika anda terburu – buru dengan urusan pekerjaan, anak, istri, suami dan kerumitan hidup lainnya.

Ini adalah pengalaman pribadi saya, mungkin bisa jadi berbeda dengan orang lain, tapi baik di kantor dan di rumah, saya memilki cangkir keramik wadah biasa saya menikmati teh atau kopi. Perasaan saya mungkin terasa lain bila saya terpaksa minum tidak menggunakan alat tersebut. Ini mungkin sugesti atau tidak, tapi menikmati teh dengan wadah dari keramik akan terasa berbeda bila saya menikmatinya dengan gelas kaca atau bahkan gelas plastik. Sesibuk apapun, saya selalu menyempatkan diri menikmati secangkir teh meski hanya 5 menit, rasanya seperti usai bermeditasi.
Sering kali pula saya mendapat ide – ide menulis sambil menikmati secangkir teh.
Tepat seperti yang diucapkan oleh master teh Sen Soushitsu XV yang mengajarkan sebuah pemikiran the thought of " Peacefulness through a Bowl of Tea." Chado is also deeply influenced by Zen thought. In a sense, the ideal spirit of chado is a kind of religious mind. The essence of chado can be understood as the guiding principle for life for each person. The spirit of chado is universal.

Untuk lebih detail mengetahui bagaimana ritual teh ini, anda bisa mencarinya di wikipedia.com atau lewat search di yahoo dengan memasukkan kata ‘cha no yu’. Nah selamat bersurfing ria dan menikmati teh anda...hmmmm.........


Buku Sumber
"THE WAY OF TEA" Copyright ・1993 by Tankou-sha

1 comment:

Cempluk said...

i love too of green tea..