Pemesanan Produk Oriflame :
Hubungi saya, NIKEN via SMS/Whatsapp Msg di 085643172023, Telp : 08885210403

Cara Order : SMS kan nama atau kode barang dan jumlah beserta alamat pengiriman. Jumlah total pembayaran termasuk ongkir akan diinformasikan.

Barang yang dipesan akan dikirim sesuai alamat yang anda berikan setelah melakukan transfer melalui rek BCA.

Harga berubah sesuai Katalog terbaru.

#KELUHAN TENTANG PEMAKAIAN PRODUK YANG DIBELI SELAINDAI BLOG, SILAHKAN DITUJUKAN KE COSTUMER CARE ORIFLAME CABANG TERDEKAT

Wednesday, 6 February 2008

Sensasi Hujan

Ada satu ritual unik yang paling saya suka, menikmati hujan. Dimulai dari membaui aroma rumput dan tanah basah oleh gerimis, bahkan seperti anjing, kadang saya bisa tahu, akan turun hujan atau tidak dari aroma udara ( kalo gitu ndak butuh ramalan BMG dong, tinggal suruh saya mengendus saja hahaha ).
Seperti tanah dan pepohonan yang merindukan hujan, saya pun kadang – kadang kangen hujan – hujanan seperti masa kecil dulu. Meski setelah itu badan saya demam dan pilek. Bahkan hingga dewasa kini, saya masih suka berhujan – hujan. Merasakan aromanya, sensasi air yang menetes membasahi kulit, udara dingin yang menggigit namun membangkitkan kesegaran. Cukup untuk mendinginkan kepala yang ‘panas’ karena urusan macam – macam yang kadang – kadang bisa membuat stress, jutek dan suntuk. Denger –denger, mengguyur kepala dengan air dingin juga dilakukan untuk pasien rumah sakit jiwa agar mereka sedikit tenang.

Ada pengalaman lucu, saya pernah di uber – uber seorang bapak –bapak dengan membawa payung ditangannya.
Saat itu saya kebetulan sedang berkunjung ke kota kecil Ashikaga - Jepang, nekat berjalan dalam gerimis. Dia mengira saya lupa membawa payung, melihat wajahnya dan usahanya turun dari lantai 3 hotel lalu meminjami saya payung saya jadi tidak tega menolak, saya ucapkan “doumo arigatou gozaimasu” , meminta maaf karena sudah merepotkan dia. Ternyata dia adalah bapak penjaga meja resepsionist yang sering saya titipi kunci kalo saya pergi keluar hotel. Ternyata di sana tidak lazim berjalan dalam gerimis atau hujan tanpa payung. Mungkin bapak – bapak itu sudah menanggap saya gila atau minimal pikun karena tidak membawa payung.
Bagi saya yang orang Indonesia, hujannya pun sebenarnya tak terlalu lebat hanya gerimis namun dengan intensitas yang lumayan tinggi, saya memang sengaja ndak membawa payung karena saya cuma ingin pergi ke supermarket dekat hotel dan saya hanya ingin membeli kopi instan panas dan membawanya ke kursi stasiun di belakang hotel menikmati suara kereta api berlalu lalang ( ini satu lagi ritual aneh saya, nongkrong di stasiun kereta api ). Lumayan, hari itu kebetulan weekend saya bisa melarikan diri dari si mister jambul yang mengawal kemana saja saya pergi karena saya adalah tamu perusahaannya. Esoknya dia marah – marah mengomeli saya karena saya berkeliaran tanpa pengawalan dia, sebenarnya dia takut terjadi sesuatu karena saya orang asing di Jepang. Bukannya saya sok berani karena kebetulan saya bisa sedikit berbahasa Jepang dan masih cukup memadai bila digunakan untuk berklinong – klinong sendiri ke mall terdekat atau stasiun sembari memperhatikan segerombolan remaja Jepang yang rambutnya dicat berwarna – warni. Masak iya, hanya karena saya ingin main hujan – hujanan kudu dikawal dia pula.

Pagi ini, seperti kebiasaan Tahun Imlek yang sudah – sudah, hujan kembali turun. Meski tak lebat dan hanya gerimis namun saya masih berkesempatan merasakannya di halaman rumah. Gerimis kecil namun kerep membasahi kulit tangan saya, lalu seperti anak kecil yang baru melihat hujan turun berdiri bodoh sambil menadahkan tangan. Seperti di tusuk – tusuk jarum – jarum akupunktur, enak sekali. Kalau ndak percaya, coba saja, mumpung masih musim hujan dan masih berkesempatan melihat hujan.

3 comments:

kontol said...

terima kasih sudah mengunjungi blogku, www.antoksastra.wordpress.com. hm, ngomong2 soal hujan, aku jadi kangen masa kecil. telanjang bulat, berlari sama teman2, rasanya bebas banget. ingin ngulangi sih, tp gak pantes ya buat laki2 umur 27 taon?

salam

antoksastra said...

maaf, nickname di atas terikut dari
internet sebelumnya. aku lupa ganti. antok.

Irfan Tamwifi said...

NIce experience